Taklukkan Rintangan: Mendaki Gunung Ciremai Via Jalur Linggarjati

Hay anak backpacker!! Gimana liburannya? Menyenangkan kan? Udah kemana aja nih? Hehe. Eh2 ngeh gak kalian? Buat kalian yang biasa pulang kampung lewat jalur pantura, saat udah nyampe di kota Cirebon, dan ngelongok ke arah selatan, ada sebuah gunung yang cakep banget. Tau gak itu gunung apa namanya? Yap betul Ciremai. Nah kali ini kita bakal ngulas sedikit banyak tentang gunung Ciremai, terutama buat kalian anak backpacker yang doyan banget Hiking

Sekilas Tentang Gunung Ciremai

29f86742e23611e2b9ed22000a1f8cd8_7

Gunung Ciremai merupakan gunung merapi aktif yang terletak di tiga kawasan administratif berbeda, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, dimana ketinggiaannya mencapai 3.078 m di atas permukaan laut.

Gunung ini tergolong unik lho guys. Secara letaknya yang cenderung dekat dengan laut jawa. Dan pastinya beda banget sama kebanyakan Gunung – Gunung di pulau Jawa yang umumnya terletak di tengah – tengah pulau. Jadi anak backpacker sekalian ketika nyampe puncak dan ngeliat ke arah utara, bakal kelihatan tuh betapa indahnya pemandangan Pulau Jawa.

Untuk mendaki gunung Ciremai, ada tiga rute pendakian yang legal, yakni jalur Linggarjati, jalur Palutungan, dan Jalur Apuy. Ketiga rute ini sudah pasti recommended, secara gitu resmi dibawah naungan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai). Nah pembahasan kita kali ini bakal fokus ke jalur linggar Jati aja

Rute Pendakian Gunung Ciremai Jalur Linggarjati

RTEmagicC_455a8b5189.jpg
Start Awal Jalur Linggarjati

Anak backpacker sekalian tau gak kalau jalur Linggarjati ini merupakan jalur terpanjang dan tersulit diantara ketiga jalur yang ada. Jika kedua jalur yang lain hanya memakan waktu tempuh selama kurang lebih 8 – 12 jam, jalur Linggarjati malah bisa memakan waktu mencapai 15 – 20 jam. Hal ini karena pendakian jalur Linggarjati dimulai dari ketinggian 700m, dimana jalur lain mostly dimulai dari 1000m atau lebih.

Walaupun demikian, jalur ini merupakan jalur yang paling diminati para pendaki. Anak backpacker pasti tau donk kenapa. Karena jalur ini tuh lebih menantang dan lebih greget dibanding kedua jalur  lainnya. Disini kalian bakal ngelewatin medan yang cukup curam, dimana kemiringan jalur ini bisa mencapai lebih dari 70°. Ditambah lagi jarangnya sumber air yang ditemukan di jalur ini. Dan yang gak kalah menantangnya adalah lokasi yang cenderung angker. Hiiii..

Ketika kalian memilih mendaki lewat jalur ini, mula – mula kalian bakal diminta lapor diri dulu di pos TNGC yang ada di desa Linggar Jati. Dari situ kalian bakal berjalan kurang lebih 1 jam untuk mencapai desa Cibunar (750 m dpl). Disini pastikan kalian mengisi dengan cukup ya airnya, karena setelah melewati post ini, kalian bakal jarang banget nemuin sumber air lagi.

264807_2256247649619_1351170167_32691060_1094183_n
Tanjakan Bapatere

Setelah itu, dalam rentang waktu berjalan kurang lebih selama 4 jam, kalian akan melewati beberapa post, yakni Leuweung Datar (1.285 m.dpl), Condang Amis (1.350 m.dpl), dan Blok Kuburan Kuda (1.580 m.dpl). Dari sini mulailah the real challenge bakal siap menghadang anak backpacker sekalian. Ialah tanjakan mematikan yang cukup membuat susah antara pos Kuburan Kuda, Pengalap (1.790 m.dpl), Tanjakan Binbin (1.920 m.dpl),  Tanjakan Seruni (2.080 m.dpl), Tanjakan Bapa Tere (2.200 m.dpl)  hingga Batu Lingga (2.400m.dpl). Di rentang pos – pos tersebut masih melwati tanah gambut. Setelah itu akan semakin susah lagi dengan melewati track batuan cadas nan terjal  antara Batu Lingga, Sangga Buana (2.545 m.dpl) , Pengasinan (2.860 m dpl),, hingga Puncak Ciremai (3.078 m dpl).

Keindahan Gunung Ciremai

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pemandangan Di Puncak CIremai

Well, anak backpacker sekalian pasti setuju donk kalau rintangan sesusah apapun dalam mendaki gunung ga ada artinya dibandingkan dengan keindahan alamnya. Karena kelelahan kalian selama mendaki bakal diganjar setimpal dengan panorama alam Ciremai yang memukau. Mulai dari keindahan hutan Pinus dengan lekuk – lekuk bukitnya, hutan Sub Alpine yang selalu berembun dan basah, serta cemerlangnya kelopak Edelweis yang siap menyambut anak backpacker sekalian di puncak tertingginya.

Udah gitu nih guys, kalian juga bisa mengabadikan foto – foto berkualitas alami baik itu di savana hutan bawah, Saat ngecamp di Kuburan Kuda, melewati semak belukar di blok hutan hujan tropis, hingga berdiri diatas awan setelah ketinggian 2500m. Tak ketinggalan donk pastinya, foto – foto narsis di Puncak Gunung Ciremai. Eits tapi jangan lupakan foto alaminya ya, maksudnya foto awannya, laut Jawa, kawahnya, langitnya, pohonnya, dan satwanya.

By : @Anakbackpacker
Email : Anakbackpacker@gmail.com
FB : Camping Bareng / Akasia Trip
Twitter : @anakbackpacker
BBpin : 7681311E
Wassap / Telp / SMS : 087887650480 / 085710822656


One thought on “Taklukkan Rintangan: Mendaki Gunung Ciremai Via Jalur Linggarjati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s